Cara Mencegah Data Ponsel Android Dicuri Aplikasi Jahat


Sudah berkali-kali Google mengumumkan akan menghapus apllikasi berbahaya dari Play Store. Dan baru-baru ini Google kembali menghapus aplikasi Android buatan jaringan 2NAD pada Google Play lantaran aplikasi buatan mereka diduga mencuri data pengguna.

Jaringan itu diduga menggunakan 27 pengembangan palsu dalam membuat 101 aplikasi. Sebagian besar aplikasi itu berupa eksploitasi untuk menggenjot pengdapatan perusahaan dan iklan serta pengumpulan data tanpa sepengetahuan pengguna.

Salah satu strategi pencegahan terbaik yang dapat diterapkan untuk perangkat Android kamu adalah dengan menggunakan aplikasi anti-malware yang solid agar mengurangi risiko dari aplikasi jahat.

|Baca juga : Cara Tepat Mengatasi Internet Lambat di HP Android

Akan tetapi, kamu juga bisa mengetahui seberapa berbahaya suatu aplikasi hanya dengan memeriksa izin (permission) yang diminta ketika menginstallnya.

Sebab, setiap aplikasi mestinya mencantumkan dan meminta izin pengguna untuk mendapatkan data dari ponsel. Notifikasi permintaan izin ini biasanya muncul di saat pengguna baru membuka aplikasi yang baru dipasang.

Tetapi, sebelum mengunduh aplikasi, pengguna sebenarnya juga dapat meninjau izin apa saja yang diminta suatu aplikasi. Sehingga, pengguna dapat memilih apakah suatu aplikasi ini aman atau tidak sebelum mengunduhnya.

Nah, izin sistem dibagi menjadi dua kelompok yaitu, “normal” dan “berbahaya”. Grup izin normal diizinkan secara default, oleh karena itu mereka tidak menimbulkan risiko terhadap privasi kamu. Misalkan, Android kamu mengizinkan aplikasi untuk mengakses internet tanpa izin kamu.

|Baca juga : 5 Aplikasi yang Perlu Ada di Tablet, yang Serasa Laptop Mini

loading...

Melansir AVG, grup izin berbahaya dapat menerima aplikasi akses ke berbagai hal, seperti riwayat panggilan, pesan pribadi, lokasi, kamera, mikrofon, dan masih banyak lagi. Oleh kerena itu, Android akan selalu meminta kamu untuk menyetujui izin berbahaya.

Pengembang aplikasi yang jahat dapat merusak sistem izin dengan secara sengaja menargetkan tingkat API yang lebih lama, itulah kenapa kamu masih dapat menemukan aplikasi di Google Play yang meminta semua izin sebelum pemasangan.

Nah, ini lah beberapa contoh izin berbahaya seperti yang diminta oleh aplikasi buatan 2NAD dari laporan Cybernewa:

  1. Apakah menyebut sebagai perekam panggilan, namun dia meminta izin selain untuk keperluan perekaman suara saat telepon. Izin yang diminta termasuk untuk mengambil gambar dan merekam video.
  2. Aplikasi kalkulator, namun aplikasi ini juga meminta izin ke kamera dan keadaan ponsel, yang memungkinkan mereka melihat informasi jaringan seluler, akun telepon, dan status panggilan.
  3. Aplikasi akun ganda. Tetapi, aplikasi ini juga meminta izin untuk dapat mengakses GPS, kamera, mikrofon, sensor tubuh, kalender untuk dapat melihat dan mengedit kontak, untuk melihat dan mengedit file, memeriksa status ponsel dan banyak lagi.
  4. Aplikasi editor foto tetapi aplikasi ini juga merekam audio.
  5. Penguat memori yang menginginkan lokasi pengguna.
  6. Aplikasi pendingin telepon yang ingin melihat dan mengedit file, mendapatkan lokasi, dan membaca status ponsel kamu.

Dan secara umum, jika aplikasi meminta izin pengguna diluar fungsinya, kamu patut untuk mencurigai. Sebab, aplikasi seharusnya tidak meminta izin yang tidak terkait dengan fungsi yang dimaksud.

Maka, sebelum untuk mengunduh, pengguna bisa mengevaluasi izin yang diminta suatu aplikasi dengan cara berikut ini:

  1. Pada Google Play, buka halaman aplikasi Google Play Store. Kemudian gulir ke bawah ke bagian bawah halaman untuk “izin” dan klik “Lihat detail”. Setelah selesai. Kamu akan ditampilkan daftar izin yang diminta aplikasi ketika menginstalnya.
  2. Jika aplikasi sudah terinstal, buka Pengaturan perangka dan ketuk Aplikasi. Pilih aplikasi apa saja dan ketuk izin.
  3. Selain itu, pengguna juga bisa mengecek izin apa saja yang diminta suatu aplikasi dengan mengecek dari Pengaturan (Setting). Menu izin di menu Pengaturan ada di tempat yang berberda tergantung perangkat yang kamu miliki. Menu itu akan mencantumkan semua aplikasi yang diinstal dan setiap jenis izin yang dimilikinya. Pastikan untuk memeriksa merek dengan seksama.

Nah, itu tadi beberapa solusi yang dapat kamu coba. Dan selalu berhati-hatilah ketika melakukan instalasi aplikasi di Android. Share dan like  jika menurut kamu artikel kali ini menarik. Terima kasih